Sherly Ajak Ketum KADIN Lihat Langsung IWIP, Singgung Peluang yang Belum Tergarap

Ternate, malutpost.com -- Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, mengajak Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya N. Bakrie, melihat langsung kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah.
Kedatangannya di PT IWIP pada Sabtu (25/7/2026) tersebut sebelum melantik pengurus KADIN Maluku Utara di Kota Ternate yang berlangsung pada sore hari. Langkah itu dilakukan untuk menunjukkan secara nyata besarnya potensi investasi di Maluku Utara.
Sherly menegaskan, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmennya mendukung peran KADIN dalam memperkuat iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara.
"Itu menunjukkan komitmen saya sebagai gubernur untuk mendukung KADIN di wilayah Utara," kata Sherly.
Menurutnya, tujuan utama membawa Ketua Umum KADIN ke kawasan industri IWIP adalah agar melihat langsung besarnya investasi yang telah masuk ke Maluku Utara.
"Saya ingin memperlihatkan kepada Ketua Umum KADIN bahwa Maluku Utara sudah menjadi tempat investasi terbesar dari China di Indonesia dengan total investasi puluhan miliar dolar Amerika Serikat. Saya selalu mengatakan, seeing is believing (melihat adalah percaya). Jadi Ketua KADIN sudah melihat sendiri bagaimana kawasan industri dibangun di Maluku Utara," ujarnya.
Sherly mengakui Maluku Utara bukan provinsi dengan APBD besar. Bahkan, anggaran daerahnya termasuk yang terkecil di Indonesia. Namun, kondisi itu berbanding terbalik dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki.
"APBD kita kecil, salah satu yang terkecil di Indonesia. Tetapi kita memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar," tegasnya.
Ia juga memaparkan capaian ekonomi Maluku Utara yang terus mencatatkan pertumbuhan tertinggi secara nasional. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 34 persen, sedangkan pada triwulan I 2026 mencapai 19,6 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen.
Meski demikian, Sherly menekankan tantangan terbesar saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tersebut benar-benar dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM.
"Bagaimana kita mentranslate pertumbuhan ekonomi ini sehingga bisa dirasakan oleh UMKM lokal kita agar naik kelas," ungkapnya.
Karena itu, Sherly mengajak KADIN Indonesia dan KADIN Maluku Utara membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan lebih banyak investor, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan.
Di sisi lain, Sherly juga menyoroti masih besarnya peluang investasi di sektor pangan. Menurutnya, Maluku Utara masih bergantung pada pasokan telur, ayam, dan sayur dari luar daerah.
"Kita bahkan belum punya peternakan telur, ayam, sementara sayur juga masih didatangkan dari luar. Ini memang menjadi pekerjaan rumah pemerintah, tetapi sekaligus menjadi peluang investasi yang sangat besar," sebut gubernur.
Sherly menegaskan, KADIN tidak boleh hanya dipandang sebagai organisasi para pelaku usaha, melainkan sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
"KADIN bukan hanya organisasi dunia usaha, tetapi tempat pengusaha, pemerintah, akademisi, dan semua pihak berkumpul menciptakan ekosistem yang kuat dan sehat bagi pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara," pungkasnya. (nar)




Komentar