Dari Paris untuk Pencitraan

Wacana Pencitraan
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo di Prancis disambut baik oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée.
Dalam pertemuan itu kedua kepala negara menegaskan komitmen kerjasama di berbagai bidang, yang salah satunya termasuk pendidikan dan pengembangan Bahasa prancis (Kompas,31/5/2026).
Sekejap Pidato Presiden Prabowo tentang Pengajaran Bahasa Prancis di Sekolah-sekolah menjadi viral di media sosial. Banyak dari netizen Indonesia yang mengolok-olok.
Salah satunya adalah akun Instagram (IG) dari @deonsetiadinata yang membuat video pendek pengajaran Bahasa Prancis dengan konten berbahasa Indonesia dialek Prancis yang menonjolkan bunyi sengau sebagai pembeda.
Pada titik ini, respons atas instruksi presiden Prabowo dalam pidatonya sesungguhnya mendapat cibiran. Jangan lagi bermain pada konstruksi wacana yang sejatinya tidak berdampak signifikan.
Sebelum lebih jauh, mari kita coba membedah wacana tersebut apakah hanya sebatas pencitraan atau memang benar-benar diplomasi nyata.
Di sini saya akan meminjam analisis wacana dari filsuf Prancis, Michel Foucault. Di mana ia menjelaskan bahwa wacana adalah praktik yang secara sistematis membentuk objek yang dibicarakan (Foucault, 1972).
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar