Analisis Kritis Akuntansi terhadap Beban APBN

Makan Bergizi Gratis dan Paradoks Kesejahteraan Fiskal

Fahri Sibua

APBN Bisa Sakit Karena Program yang Terlihat Baik

Program yang terlihat baik tetap bisa membuat APBN sakit. Penyakitnya bisa muncul dalam bentuk belanja yang membengkak, biaya rutin yang sulit dihentikan, dan prioritas anggaran yang semakin menyempit.

MBG membutuhkan bahan pangan, dapur, pekerja, distribusi, pengawasan, pelaporan, dan audit. Semua itu mahal Jika ruang fiskal terbatas, belanja lain bisa ikut tertekan. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, subsidi, dan transfer daerah tetap membutuhkan dana.

APBN bukan kantong ajaib. Menambah satu program besar berarti negara harus berani menjelaskan, pos mana yang dikurangi, pendapatan mana yang ditambahkan, atau utang mana yang ditambah.

Bahaya Politik Anggaran: Ketika Makanan Gratis Menjadi Komoditas Kekuasaan

MBG rawan menjadi komoditas politik. Program makan gratis mudah dipakai sebagai simbol keberpihakan. Kamera datang, makanan disebarkan, anak-anak tersenyum, lalu masyarakat diminta percaya bahwa negara hadir.

Masalahnya, politik anggaran sering kali menjual citra lebih cepat daripada membuka data. Masyarakat melihat nasi, tetapi belum tentu melihat kontrak, vendor, harga bahan pangan, biaya distribusi, atau hasil audit.

Pada titik ini, kebijakan sosial bisa berubah menjadi panggung kekuasaan. Yang diedarkan makanan, yang dipanen citranya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...