FPIK Unkhair dalam Arus Besar Penyamaan Kurikulum Perikanan dan Kelautan Indonesia

Asmar Hi. Daud

FPIK juga menjadi fakultas dengan jumlah doktor lulusan luar negeri terbanyak di Unkhair - suatu pencapaian yang mencerminkan kesiapan menuju level global.

Namun, keunggulan akademik tidak cukup jika hanya berhenti di ruang kuliah. Pendidikan kelautan harus menyatu dengan ekosistem pulau.

Mahasiswa perlu mengalami langsung bagaimana teknologi penangkapan diterapkan secara berkelanjutan, bagaimana budidaya laut dilakukan secara adaptif terhadap perubahan iklim, dan bagaimana hasil laut diolah menjadi produk bernilai tambah.

FPIK saat ini memiliki empat program studi: Ilmu Kelautan (IK); Budi Daya Perairan (BDP); Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP); dan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP).

Namun pengembangan keempat prodi ini masih terkendala keterbatasan fasilitas seperti laboratorium terpadu, lahan praktik, dan kapal latih belum tersedia. Tanpa infrastruktur dasar ini, pendidikan berbasis pengalaman akan sulit diterapkan secara maksimal.

Penataan Prodi dan Penyamaan Persepsi Kurikulum FKPTPK Indonesia

Dalam konteks nasional, isu penutupan program studi perlu dibaca secara hati-hati. Penutupan prodi tidak boleh dipahami semata-mata sebagai tindakan administratif untuk mengurangi jumlah program studi, tetapi sebagai alarm mutu yang mendorong setiap perguruan tinggi melakukan pembenahan serius.

Bagi bidang perikanan dan kelautan, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, keberadaan program studi bukan hanya soal jumlah mahasiswa atau keterisian kelas, melainkan juga soal kedaulatan pengetahuan, ketersediaan sumber daya manusia maritim, dan keberlanjutan pembangunan pulau-pulau kecil.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8

Komentar

Loading...