(Harita Group dan Perayaan Earth Hour di Benteng Orange)
Senjakala Bumi

Dalam konteks itulah, kehadiran Harita Group dengan narasi “Merawat Bumi” dalam perayaan Earth Hour di Benteng Orange patut dibaca secara kritis.
Sebagai benteng bersejarah di Ternate Maluku Utara. Benteng Orange, adalah ruang publik, sejarah, dan simbol peradaban di Maluku Utara, ia bukan sekedar tempat seremoni melainkan simbol perjalanan panjang kolonialisme, perdagangan rempah, perebutan kekuasaan, dan eksploitasi kekayaan alam kawasan timur indonesia.
Ketika sebuah investasi pertambangan atau industri ekstraktif hadir diruang bersejarah itu untuk berbicara tentang love ekologis merupakan paradoks besar yang kerap rentan dipercaya.
Histori Benteng Orange mengingtkan kita bahwa sejak masa kolonial, kekayaan alam Maluku Utara dan sekitarnya kerap menjadi sasaran akumulasi kapital. Hari ini, pola itu seakan berganti wajah dari kolonialisme lama menuju kapitalisme modern.
Sejarah mengingatkan kita bahwa alam Maluku Utara sejak lama diperebutkan karena nilai ekonominya. Dulu rempah-rempah, hari ini mineral.
Dulu kita diperhadapkan dengan kolonialisme belanda, portugis, dan jepang sekarang berubah menjadi kapitalisme modern oleh anak negeri.
Sejarah memang berubah bentuk, tetapi logika dasarnya sering tetap sama bahwa kekayaan alam dijadikan objek akumulasi kapital.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar