Maluku Utara: Gerbang Ekonomi atau Sekadar Pasar?

Asep Gunawan

Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan

Pola di banyak wilayah timur Indonesia cenderung sama: investasi datang, sumber daya keluar, dan nilai tambah tidak tersimpan dan tidak berkembang di daerah.

Dalam pola ini, pusat pertumbuhan berada di luar daerah, sementara Maluku Utara hanya menjadi pemasok bahan mentah dan pasar bagi produk jadi.

Pola ini bukan kebetulan yang berulang, melainkan konsekuensi dari pilihan arah pembangunan yang membiarkannya terus berjalan tanpa perubahan yang berarti. Yang tertinggal hanya aktivitas ekonomi harian, bukan akumulasi kekuatan ekonomi jangka panjang.

Penutup: Keputusan yang Ditunda

Masalah Maluku Utara bukan pada potensinya, melainkan pada keputusan yang terus ditunda: membangun produksi sendiri, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar, dan memaksa lahirnya industri lokal.

Selama produksi tidak diprioritaskan, ketergantungan akan menjadi permanen dan sulit diputus. Selama pasokan luar tetap dominan, nilai ekonomi akan terus keluar.

Dan tanpa industri pengolahan, sumber daya hanya kembali sebagai beban harga. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi soal arah dan tanggung jawab kebijakan.

Arah perbaikannya jelas. Produksi lokal harus diprioritaskan, ketergantungan dikurangi secara bertahap, dan industri pengolahan dipaksa tumbuh. Infrastruktur harus berfungsi sebagai sistem logistik yang terhubung.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...