Maluku Utara: Gerbang Ekonomi atau Sekadar Pasar?

Asep Gunawan

Ketidakstabilan Harga dan Rapuhnya Struktur

Dalam hitungan bulan, Maluku Utara bergerak dari deflasi ke inflasi tinggi. Harga yang sebelumnya turun kini melonjak, terutama pada sektor perumahan, energi, dan pangan.

Kenaikan ini bukan didorong oleh lonjakan daya beli, tetapi oleh meningkatnya biaya hidup. Situasi ini menunjukkan persoalan yang lebih mendasar.

Ekonomi yang kuat biasanya bergerak stabil. Di Maluku Utara, harga bisa turun karena permintaan lemah, lalu naik karena biaya distribusi dan energi meningkat.

Ketika harga turun, itu menandakan lemahnya aktivitas ekonomi. Ketika harga naik tajam, itu menunjukkan tekanan biaya yang tidak terkendali. Di antara dua kondisi itu, yang tidak terlihat adalah stabilitas. Hal ini sering diabaikan dalam pembahasan pembangunan.

Infrastruktur yang Tidak Menyatu

Biaya logistik yang tinggi menunjukkan infrastruktur belum bekerja sebagai satu sistem. Jalan dan pelabuhan ada, tetapi tidak saling menguatkan.

Distribusi tetap mahal, waktu tempuh tidak efisien, dan pelaku usaha menanggung risiko yang sama dari tahun ke tahun. Pembangunan ada, tetapi belum terhubung sebagai satu sistem.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...