“DOB Sofifi: Vonis Mati Atas Kegagalan Pemkot Tidore?”

Urgensi Kebijakan Afirmasi dan Redistribusi Anggaran
Langkah mendesak yang harus diambil adalah transformasi radikal dalam pengalokasian APBD oleh Pemkot Tidore Kepulauan. Pemerintah tidak boleh lagi menggunakan pendekatan "bagi rata" yang tidak adil.
Wilayah dengan kerusakan infrastruktur kronis seperti Oba Selatan harus mendapatkan porsi anggaran ekstra melalui kebijakan afirmasi (affirmative policy) guna mengejar ketertinggalan.
Pembangunan harus difokuskan pada peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan darurat, serta hilirisasi komoditas lokal agar nilai tambah ekonomi tetap tinggal di tangan petani, bukan menguap ke saku penguasa di pusat kota.
Restrukturisasi Geopolitik melalui Otonomi Sofifi
Langkah kedua yang paling rasional dan mendesak adalah mendukung penuh percepatan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Sofifi. Secara geopolitik, posisi Oba Selatan yang terlalu jauh dari Pulau Tidore telah menciptakan inefisiensi birokrasi yang akut.
Rentang kendali yang terlalu lebar membuat suara warga Maidi kerap "tuli" sebelum sampai ke meja pengambil kebijakan di pulau.
Pembentukan Kota Otonom Sofifi adalah instrumen hukum untuk memperpendek jarak pelayanan publik dan memastikan alokasi APBD terfokus secara spesifik untuk membenahi daratan Oba yang selama ini hanya dijadikan pelengkap penderita.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar