Ramadan dalam Refleksi: Merawat Ternate dengan Nilai Keimanan

Oleh: M Tauhid Soleman
(Walikota Ternate)
Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di Kota Ternate. Sejak fajar menyingsing di kaki Gunung Gamalama, hingga gema tadarus yang terdengar dari masjid- masjid di pesisir dan perbukitan, kita merasakan denyut spiritual yang menguat di seluruh penjuru kota.
Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi bulan refleksi dan mengajak kita merenung. Sudahkah kita menjaga amanah sebagai warga kota yang religious dan berbudaya? Sudahkah kita menjadikan nilai sabar, jujur, dan peduli sebagai fondasi dalam kehidupan sehari-hari?
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 3 Maret 2026
Sebagai daerah yang tumbuh di atas sejarah panjang peradaban Islam dan rempah, Ternate memiliki identitas kuat sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai keagamaan dan adat.
Kesultanan Ternate mewariskan kepada kita falsafah hidup yang menempatkan agama dan moral sebagai pijakan utama dalam memimpin dan bermasyarakat. Ramadan mengingatkan kita untuk kembali pada nilai-nilai luhur tersebut .
Dalam konteks pemerintahan, Ramadan menjadi momentum evaluasi bagi kami di Pemerintahan Kota. Kami menyadari bahwa masyarakat berharap pelayanan yang cepat, transparan dan adil.
Bulan suci ini menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah dan setiap kebijakan harus berpihak pada kepentingan rakyat.
Kami juga berkomitmen menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memastikan distribusi berjalan lancar, serta menciptakan suasana aman dan nyaman agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar