Ramadan dalam Refleksi: Merawat Ternate dengan Nilai Keimanan

Kolaborasi bersama TNI-Polri, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menjaga harmoni kota ini. Ramadan di Ternate juga identik dengan semangat berbagi.
Tradisi berbuka puasa bersama, saling mengantar hidangan ke tetangga, serta meningkatnya kepedulian sosial menunjukan bahwa nilai gotongroyong masih hidup di tengah masyarakat kita. Inilah modal sosial yang harus terus kita rawat.
Namun refleksi Ramadan juga mengingatkan kita pada tantangan bersama:
Kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dan ketertiban kota. Menjaga kebersihan bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi bagian dari iman.
Kota yang bersih dan tertata adalah cerminan kesadaran kolektif warganya. Mari kita jadikan Ramadan sebagai titik balik untuk memperkuat karakter masyarakat Ternate yang religius, santun dan bersatu.
Jika nilai-nilai Ramadan benar-benar kita hayati maka pembangunan fisik yang kita lakukan akan berjalan seiring dengan pembangunan moral dan spiritual.
Akhirnya, dari kota yang berdiri kokoh di bawah naungan Gamalama ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan dan merawat Ternate dengan iman serta tanggungjawab bersama.
Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi keluarga kita dan kemajuan bagi Kota Ternate tercinta. (*)


Komentar