HUT ke-35 Halmahera Tengah: Ikhtiar dan Renungan Ekologis

Riski Ikra

Kini, setelah tiga puluh lima tahun, Halmahera Tengah seakan berdiri di antara dua jalan: Jalan menuju keberlanjutan, atau jalan menuju kehancuran ekologis yang tidak terelakkan.

Pilihan ini tidak bisa diserahkan semata kepada pemerintah pusat atau korporasi, melainkan kepada pencerahan kolektif masyarakatnya sendiri.

Pemerintah Daerah seharusnya menjadi benteng moral serta politik yang melindungi rakyatnya atas arus eksploitasi berlebihan.

Namun, sayangnya, hingga kini pemerinta daerah kerap bersikap ambigu di satu sisi berbicara tentang pembangunan berkelanjutan, di sisi lain terus membuka izin pertambangan baru.

Dalam konteks inilah, ulang tahun ke-35 seharusnya dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh. evaluasi bukan hanya terhadap keberhasilan proyek-proyek pembangunan, tetapi juga terhadap kerusakan ekologis dan ketimpangan sosial yang semakin padat.

Masyarakat harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan, bukan sekadar dijadikan penonton dalam panggung besar industrialisasi.

Suara masyarakat Gebe, Weda, dan sekitarnya harus menjadi dasar dalam merancang kebijakan, karena merekalah yang pertama kali merasakan dampak nyata dari setiap kebijakan yang diterapkan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...