Menelusuri Potret Sultan Tidore Saifuddin Syah, di Museum Czartoryskich di Krakow, Polandia

Jejak Sang Sultan dan Gagasan Hubungan Malut-Polandia

Wartawan koran ini berpose di depan lukisan Sultan Saifuddin yang terpanjang di Museum Czartoryskich di Krakow, Polandia, tahun lalu
Wartawan koran ini berpose di depan lukisan Sultan Saifuddin yang terpanjang di Museum Czartoryskich di Krakow, Polandia, tahun lalu

Diskusi itu pun ditutup. Dalam kunjungan Owner Puta Dino Kahyangan, ditutup dengan pemberian buah tangan dari Tidore, Maluku Utara.

“Kali kedua ini saya kembali membawa produk-produk UMKM berupa ikat kepala, selendang, pembatasan buku dari kain tenun Tidore Puta Dino Kayangan, popeda instan, kamplang dan biscuit kenari. Alhamdulilah mereka sangat tertarik dan suka dengan semua oleh-oleh yang dibawa,” ujarnya.

Anita Gathmir bersama suami saat memberikan oleh-oleh produk UMKM Maluku Utara kepada pihak museum Czartoryskich di Krakow, Polandia.
Anita Gathmir bersama suami saat memberikan oleh-oleh produk UMKM Maluku Utara kepada pihak museum Czartoryskich di Krakow, Polandia.

Sekilas Mengenai Lukisan Jou Kota di Museum Polandia

Potret Sultan Tidore ke-11 Syaifuddin Syah atau lebih dikenal Jou Kota, terpampang di dinding cabang Museum Nasional Krakow, Narodowew Krakowie MNK Muzeum Czartoryskich di Ul. Pijarska 8, Krakow, Polandia.

Agustus Tahun lalu, Malut Post sempat mengunjung museum yang sudah menjadi bagian dari Museum Nasional di Kraków.

Lukisan Sultan Saifuddin yang berada tepat di lantai dua dekat koleksi kursi William Shakespeare (penyair, penulis naskah drama hingga actor ternama dari Inggris).

Sederet dengan lukisan raja-raja di Eropa lainnya. Lukisan Sultan Saifuddin hanya berukuran 32 cm x 25 cm, kemudian diberi catatan kecil tepat dibawah lukisan dalam bahasa Inggris dan Polandia yang artinya, pelukis tidak dikenal, potret Saifuddin, sebelum 1707, Sultan Tidore, Belanda, kuartal terakhir abad ke 17.

“Potret Saifuddin muncul di museum tepat sebelum tahun 1828, sebagaimana tercantum dalam bagian akhir katalog Gothic House (sebelum menjadi museum MNK) bahwa potret Saifuddin disumbangkan ke museum oleh Pangeran Konstanty Czartoryski, putra Izabela dan Adam Kazimierz Czartoryski (bangsawan Polandia) karena kegemarannya bepergian ke Eropa Barat, termasuk ke Belanda.

Sehingga kemungkinan besar di sanalah ia memperoleh lukisan tersebut, yang tampak awalnya merupakan bagian dari serangkaian potret gubernur Hindia Belanda dan sekutunya,” kenang Dr. Adam Spodaryk, Kurator museum.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...