Menelusuri Potret Sultan Tidore Saifuddin Syah, di Museum Czartoryskich di Krakow, Polandia

Jejak Sang Sultan dan Gagasan Hubungan Malut-Polandia

Wartawan koran ini berpose di depan lukisan Sultan Saifuddin yang terpanjang di Museum Czartoryskich di Krakow, Polandia, tahun lalu
Wartawan koran ini berpose di depan lukisan Sultan Saifuddin yang terpanjang di Museum Czartoryskich di Krakow, Polandia, tahun lalu

Namun, itu pun tidak bersifat permanen tapi hanya bisa dititipkan di Jakarta. “Tidak diperbolehkan, namun masih mungkin ketika itu dipinjamkan atau alternative lain berupa cloning membuat lukisan ini kembali.

Selanjutnya, yang perlu digarisbawahi bahwa pelukis asli dari lukisan Jou Kota ini belum dipastikan siapa, hanya bisa dipastikan berasal dari Belanda karena adanya kemiripan dengan lukisan lain di era yang sama juga karena lukisannya dibeli di Belanda saat pameran,” ungkap Kris.

Gagasan lainnya yang muncul dalam pembahasan beda benua itu muncul dari peneliti sekaligus Sejarawan Maluku Utara, Syaiful Bahri Ruray yang mengusulkan agar ada tindaklanjut dari pertemuan itu. Dia menyarankan agar ada hubungan kerjasama antara kedua negara, hingga kerjasama antar institusi akademik.

“Setidaknya ada sejumlah pertanyaan yang ingin saya tanyakan, pertama, apakah ada kemungkinan kerjasama antar museum di Krakow dengan museum Sonyine Malige di Tidore?

Kedua, kalau bisa dibisikin kepada Ibu Gubernur, Sherly Laos untuk mengadakan pertukaran delegasi Tidore ke Krakow maupun sebaliknya.

Ketiga, di Tidore ada universitas Nuku, kalau bisa ada kerjasama berupa Cultural Studies antara Polandia dan Tidore. Lalu terakhir, kita perlu membuat Sister City antara Tidore dan Krakow,” tanya Syaiful.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Adam mengaku sebagai perwakilan museum Czartoryskich sangat terbuka atas jalinan kerjasama. Lukisan Jou Kota memiliki nilai estetika dan sejarah yang luar biasa sehingga penting untuk diplomasi selanjutnya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...