Pancasila: “Ritus yang Tidak Lagi Sakral”

Oleh: Hudan Irsyadi
(Pengajar di Antropologi Sosial, FIB Unkhair)
Setiap tanggal 1 Juni tahun berjalan, bangsa indonesia (pemerintah) selalu menyibukkan diri untuk memperingatinya. Adalah hari lahir Pancasila. Upacara untuk memperingati hari lahir Pancasila pun bergema serentak.
Pemerintah, baik itu pusat maupun daerah melaksanakan hajatan tersebut. Sekolah dan kampus pun ikut larut dalam melaksanakan upacara yang sakral itu.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 2 Juni 2026
Sekilas kita tahu bersama bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila sebagai pedoman hidup masyarakat Indonesia.
Sejatinya, lima sila itu mempunyai nilai dan makna yang amat dalam jika ditautkan dalam kehidupan manusia Indonesia.
Namun dalam perkembangannya, lima sila yang tidak benar-benar terintegrasi dalam kehidupan sosial negara bangsa Indonesia.
Pada titik inilah, kenapa Pancasila yang digadang-gadang sebagai sebuah ideologi yang paling sempurna malah tercerabut oleh laku anak bangs itu sendiri.
Pancasila tidak sekadar ideologi yang sarat akan makna bagi masyarakat Indonesia dalam berkehidupan sosial yang berperikemanusiaan.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar