Problem Penegakan Hukum di Rezim Kekuasaan Jokowi

M. Sahid Hamid

Begitu pula di akhir-akhir kekuasaan fluktuasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar di level Rp 18,05 per dolar Amerika Serikat. Keterpurukan ini bukan hanya disektor ekonomi saja melainkan membawa kerusakan disektor lain dengan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) demi mempertahankan keberlanjutan kekuasaan.

Karena rezim ini akan berhadapan 4 (empat) problem besar ketika berakhirnya masa jabatan yaitu berhadapan dengan kasus korupsi, Pelanggaran HAM, legesi - dan dinasti kekuasaan seperti terurai sebagai berikut.

Ambisi Jokowi Tiga Priode

Keserakahan ambisi rezim Joko Widodo (Jokowi) ingin 3 (tiga) priode berawal lahirnya dari pikiran Jokowi sebagai berkelanjutan sebagai Presiden, dengan menggunakan otoritas dengan cara penyalahgunaan kekuasaan yang tamak dan menghalalkan segala cara sebagaimana dikonstatir oleh Montesquieu (1689-1755) bahwa penyalahgunaan kekuasaan dipandang sebagai "kodrat dari kekuasaan".

Dikatakan bahwa kekuasaan itu membawa sifat tamak, setiap yang berkuasa mempunyai kecenderungan untuk senantiasa berusaha memperbesar kekuasaannya. Bahkan kekuasaan itu senantiasa mendorong kepada Penyelewengan.

Makin besar dan makin mutlak kekuasaan makin pasti tingkat penyelewengannya. Ambisi keserakahan itu, membuat rezim Jokowi semakin intens mengkonsolidasi dukungan politik untuk memperkuat 3 (tiga) priode sebagaimana dikatakan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sempat menyinggung bahwa isu 3 (tiga) priode merupakan permintaan "pak Lurah".

Namun Hasto tidak menyebutkan siapa orang yang dia sebutkan sebagai pak Lurah tersebut. Namun menurut hemat penulis yang dimaksud permintaan pak Lurah saya menduga Presiden ke 7 Joko Widodo (Jokowi).

Hal yang sama juga dikatakan politisi senior PDI Perjuangan Panda Nababan dalam Siniar (podcast) bahwa Joko Widodo (Jokowi) sempat meminta tolong kepada orang-orang terdekatnya untuk melobi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 (tiga) priode.

Ambisi kerusakan 3 (tiga) priode semakin menggelinding dan terbuka dukungan dari politisi partai Golkar untuk perpanjangan masa jabatan presiden ke 7 Joko Widodo (Jokowi) menjadi 3 (tiga) priode yang ditegaskan Bahlil Lahadalia, Ketua DPP Partai Golkar selaku Menteri Investasi yang begitu optimis mendukung raja jawa untuk perpanjangan 3 (tiga) priode.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...