Surat Untuk Presiden, Dua Tahun Presiden Prabowo, Satu Permintaan Kami: Kawasan Industri Rempah Moloku Kie Raha

Dr. Mukhtar Adam

Satu Permintaan kepada Presiden: Bangun Kawasan Industri Rempah Moloku Kie Raha
Presiden Prabowo Subianto,
Kami memahami bahwa Indonesia membutuhkan investasi besar, industri maju, teknologi modern, kemandirian energi, serta kemampuan mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah. Kami tidak menolak industrialisasi. Kami juga memahami bahwa industri mineral memiliki kedudukan strategis dalam membangun kemandirian ekonomi nasional.

Namun, izinkan kami menyampaikan satu permintaan sederhana yang lahir dari kehidupan rakyat: Bangunlah Kawasan Industri Rempah Kie Raha di Sidangoli sebagai pendorong Ibu Kota Sofifi, penyeimbang bagi semua wilayah, berada di tengah Pulau Halmahera, dan merangkai gugus pulau lainnya.

Bangunlah kawasan industri yang menjadikan cengkeh, pala, kelapa, kenari, hasil laut, dan komoditas rakyat sebagai fondasi kegiatan produksi modern yang mengglobal. Kami tidak meminta agar pembangunan industri mineral dihentikan.

Kami meminta agar rakyat yang selama ini menjaga kebun, mengolah tanah, dan mengarungi laut tidak tertinggal dalam perjalanan besar industrialisasi yang mengepung tanah kami.

Kami ingin petani menjadi bagian dari rantai nilai industri, bukan sekadar pemasok bahan mentah dengan harga yang ditentukan pihak lain. Kami ingin nelayan tidak hanya memiliki keberanian menghadapi gelombang, tetapi juga memiliki pelabuhan perikanan yang berfungsi, penyimpanan dingin, pengolahan hasil, pembiayaan yang terjangkau, dan akses pasar yang pasti.

Kami ingin anak-anak petani cengkeh dan kelapa dapat belajar teknologi pangan, teknik industri, kimia terapan, pemasaran digital, dan manajemen produksi, lalu kembali ke kampung untuk membangun ekonomi daerahnya.

Kami ingin generasi muda Maluku Utara melihat masa depan di kebun orang tuanya sendiri, bukan hanya pada pagar-pagar tinggi kawasan industri yang sulit didekati.

Bila negara mampu menghadirkan infrastruktur untuk industri mineral, negara juga harus mampu membuka akses infrastruktur bagi industri rempah. Bila investasi besar dapat memperoleh fasilitas energi, air, jalan, pelabuhan, dan kepastian layanan, maka industri pengolahan rempah dan hasil laut pun layak memperoleh dukungan pembangunan yang sama.

Kami tidak meminta negara membagikan kekayaan tanpa kerja. Kami meminta negara membangun kesempatan agar kami dapat bekerja, menghasilkan, mengolah, memiliki, dan menikmati nilai tambah dari kekayaan tanah leluhur kami.

Ambillah manfaat mineral dari tanah kami melalui pengelolaan yang sah, adil, dan berkelanjutan. Bangunlah industri besar untuk masa depan Indonesia. Tetapi jangan lupakan pohon kelapa yang menaungi kehidupan kami, cengkeh dan pala yang membesarkan anak-anak kami, serta laut yang memberi makan keluarga kami.

Jika tanah kami diekspor 5 kontainer ke Tiongkok, tolong sisihkan 1 kontainer untuk kelapa kami; jika 5 kontainer nikel, 1 kontainer untuk cengkeh kami. Ambil tanah kami, tetapi jangan tinggalkan rempah yang menghidupi Jazirah Almaluk.(*)

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...