Mengabdi Lewat Budaya, Menginspirasi lewat Karya

Jainul Yusup

Tanpa penelitian yang kuat, sejarah dan kebudayaan daerah akan mudah tergerus oleh amnesia kolektif akibat gempuran informasi digital yang instan.

3. Pengabdian dan Karya Nyata, puncak dari pengabdian budaya adalah ketika ilmu pengetahuan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

Melalui berbagai program pengabdian, sivitas akademika FIB Unkhair berinteraksi langsung dengan komunitas-komunitas lokal, pendampingan pelestarian situs cagar budaya, hingga pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya (heritage tourism).

Karya-karya yang lahir dari rahim fakultas ini, baik berupa buku, artikel jurnal, karya sastra, film dokumenter, maupun pameran seni, berfungsi sebagai sumber inspirasi bagi publik untuk terus mencintai dan merawat warisan leluhur.

Penyelenggaraan rangkaian Dies Natalis ke-27 FIB Unkhair dirancang bukan sekadar sebagai ajang pesta pora, melainkan sebagai ruang dialog terbuka antara kampus, pemerintah, budayawan, dan masyarakat umum.

Berbagai kegiatan akademik, pameran seni, seminar nasional, dan kompetisi kreatif menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kapasitas intelektual dan estetik mereka.

Penulis sebagai ketua panitia, penulis melihat langsung bagaimana antusiasme mahasiswa dan rekan-rekan dosen bahu-membahu menyukseskan perayaan ini. Semangat gotong royong yang terpancar selama persiapan adalah cerminan dari nilai luhur kebudayaan kita sendiri.

Dies Natalis ini menjadi momentum konsolidasi: saatnya kita mengevaluasi apa yang telah dicapai, merenungkan tantangan ke depan, dan memperbarui komitmen untuk terus membawa FIB Unkhair sebagai pusat keunggulan (center of excellence) kajian humaniora di Kawasan Timur Indonesia.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...