Mengabdi Lewat Budaya, Menginspirasi lewat Karya

Jainul Yusup

Ketika kita berbicara tentang pengabdian lewat budaya, yang dimaksud bukanlah romantisme sejarah semata, melainkan kerja-kerja emansipatoris untuk mengangkat harkat martabat masyarakat lokal melalui pendekatan humanis.

Budaya dipahami sebagai living organism, sesuatu yang hidup, dinamis, bernapas, dan mampu memberikan solusi atas berbagai krisis sosial kontemporer.

Tridharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mendapatkan esensinya yang paling otentik ketika diterjemahkan melalui kacamata kebudayaan.

1. Pendidikan yang Membentuk Karakter Kritis; di ruang-ruang kelas Program Studi Ilmu Sejarah, UPW, Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan antropologi/budaya di FIB Unkhair, proses transfer pengetahuan melampaui batas-batas hafalan kronologi atau analisis tekstual konvensional.

Mahasiswa diajak untuk membaca realitas sosial, mendekati arsip-arsip kolonial maupun lisan dengan kesadaran kritis, serta memahami bagaimana struktur kekuasaan masa lalu membentuk ketimpangan atau harmoni di masa kini.

Pendidikan budaya di sini adalah proses penyadaran (conscientization), di mana generasi muda didorong untuk bangga terhadap identitas mereka tanpa terjebak dalam chauvinisme sempit.

2. Penelitian Berbasis Komunitas; penelitian yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa FIB Unkhair diarahkan untuk menjawab persoalan riil di tengah masyarakat.

Dokumentasi tradisi lisan, penyelamatan naskah kuno, kajian arkeologi maritim, hingga penulisan sejarah lokal adalah bentuk nyata bagaimana dunia akademik hadir merawat memori kolektif bangsa.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...