Prabowo dan Bayang-bayang Orde Baru

El Dinoh

Ketika kritik dilayangkan demi perbaikan bangsa dan negara, kita malahan dituduh benci terhadap pemerintah dan dianggap antek-antek asing. Inilah wajah rezim yang tidak memahami kondisi rakyatnya sendiri.

Kita tidak boleh diam dan menyaksikan kezaliman ini terjadi. Di bawah rezim Prabowo-Gibran yang fasis, kita sedang mengalami krisis identitas sebagai negara yang merdeka.

Lihat saja: militer diberikan kewenangan masuk ke ranah sipil, agama dijadikan ajang konsolidasi mempertahankan kekuasaan dan diperdagangkan, serta kebijakan seperti MBG dan Koperasi Merah Putih semuanya hanya menjadi program pajangan konsolidasi dan pencitraan.

Itulah mengapa hari ini kita sudah harus berani dan mengumpulkan nyali. Kita harus mulai mengorganisasi buruh, petani, nelayan, kaum miskin kota, perempuan, dan seluruh rakyat yang tertindas agar masuk ke dalam organisasi massa yang dididik lewat program-program kritis dan kerja-kerja revolusioner.

Rezim Prabowo-Gibran ini tidak bisa menjamin kehidupan kita. Kita harus ingat, jika ketidakadilan terjadi dan kita hanya diam, maka kita pun turut menjaga agar ketidakadilan itu tumbuh subur.

Seperti kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib: "Hancurnya sebuah bangsa (negara) bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena diamnya orang-orang baik." Dalam pengertian lain, jika ketidakadilan terjadi dan kita hanya menontonnya, berarti kita turut melegitimasi ketidakadilan tersebut. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...