Prabowo dan Bayang-bayang Orde Baru

El Dinoh

Upaya rezim Prabowo menormalisasi keterlibatan TNI dan Polri dalam urusan nontradisional melalui berbagai satgas ad hoc bukan sekadar mencerminkan kepanikan teknokratis akibat tersendatnya pembangunan atau lemahnya kinerja birokrasi sipil.

Jika dilihat dari perspektif ekonomi-politik, fenomena ini merupakan titik tolak penguatan otoritarianisme yang memiliki hubungan erat dengan watak destruktif kapitalisme.

Gurita militerisasi dari tingkat nasional hingga daerah menjadi ancaman eksistensial bagi ruang hidup warga karena berfungsi sebagai instrumen yang mengondisikan keberlangsungan ekstraktivisme agresif pada era kapitalisme hari ini.

Namun, di tengah situasi seperti ini yang membuat kita semakin khawatir, di bawah rezim Prabowo-Gibran TNI semakin masif masuk ke dalam urusan sipil. Apa sebenarnya yang direncanakan rezim hari ini? Publik seakan-akan merasa ini demi kepentingan negara dan bangsa, padahal jika dicerna secara baik, militer pernah membuat sejarah paling berdarah di Indonesia.

Dari luka dan air mata yang pernah dibuat militer Indonesia pada masa Orde Baru, kini kita menyaksikan sekali lagi militer masuk ke ranah sipil atas nama kepentingan negara dan rakyat. Padahal, trauma dan luka ini belum sembuh; luka lama yang dibuat militer selama 32 tahun itu masih membekas di dalam ingatan dan perasaan kita sampai hari ini.

Kondisi hari ini menunjukkan militer masuk ke ranah sipil lewat undang-undang dan kebijakan pemerintah. Lihat saja MBG (Makan Bergizi Gratis), yang mengawalnya adalah TNI aktif; Sekolah Rakyat dikawal oleh TNI; ada juga program pemerintah tentang swasembada pangan yang dikawal oleh TNI.

Segala sektor telah diambil alih oleh militer. Situasi ini membuat kita harus bertanya: apakah mungkin ini hanya sekadar pengawalan saja, atau ada misi besar yang disisipkan dalam kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran hari ini?

Di bawah rezim Prabowo-Gibran hari ini, ruang demokrasi semakin sempit. Dari pidato kenegaraan yang dikeluarkan presiden sering dianggap ngawur dan aneh.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...