Etika Bermedia Sosial: Menjaga Ruang Digital yang Aman dan Ramah

H.Muhammad Sjarif, S.IP,. M.Si

(b) Cek fakta dan tolak hoaks. Tabaiyyun, periksa kebenaran informasi dari sumber yang terpercaya dan jangan sebarkan hoaks sebagaimana juga pesan agama : Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah (tabayyun) kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."( QS.Al-Hujarat, 49:6 )

(c) Gunakan bahasa yang santun. Berkomunikasilah dengan sopan, hormati perbedaan pendapat, hindari ujaran kebencian, provokasi dan cyberbullying.

(d) Hormati privasi dan keamanan. Jangan membagikan data pribadi (alamat, nomor telepon, kata sandi,PIN dan info penting lainnya. Atur privasi akun dan hati-hati dengan orang yang tidak dikenal.

(e) Hargai karya orang lain. Jangan mengambil atau menggunakan karya orang lain tanpa izin. Selalu cantumkan sumber.

(f) Jaga jejak digital. Semua yang diunggah,komentari atau bagikan akan meninggalkan jejak digital yang bisa dilihat siapa saja dan dapat mempengaruhi masa depan.

(g) Kelola waktu dengan bijak. Batasi waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu belajar,ibadah,kesehatan dan interkasi di dunia nyata.

(h) Jadilah agen perubahan positif. Gunakan media sosial untuk berkarya serta menginspirasi.
******
“Jangan biarkan ruang digital kita diisi oleh kebencian dan sensasi. Isilah dengan cerita yang benar, hangat, dan inspiratif,” (*)

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...