Etika Bermedia Sosial: Menjaga Ruang Digital yang Aman dan Ramah

Pihaknya mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir priode Oktober 2024 - Desember 2025, telah mengidentifikasi sebanyak 1.890 konten hoaks yang tersebar di ruang digital.
Phobia Era Digital
Tantangan lain di era digital adalah budaya komunikasi. Jika dahulu komunikasi didominasi oleh pertemuan tatap muka, kini percakapan berlangsung dalam hitungan detik melalui media sosial, aplikasi pesan instan, forum daring, hingga konferensi video.
Perubahan ini melahirkan budaya komunikasi baru, terutama di kalangan anak muda yang merupakan pengguna internet dan media sosial paling aktif. Akses internet dan media sosial dapat mendorong kreativitas dan kolaborasi, tetapi juga dapat memicu kesalahpahaman apabila pesan disampaikan tanpa memperhatikan etika dan konteks.
Budaya komunikasi di era digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh karakter penggunanya. Dengan etika, literasi digital, dan rasa tanggung jawab, anak muda dapat menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan produktif.
Dalam dua dekade terakhir perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi.
Sebagaimana yang ditulis Farihah Alaniyah, seorang mahasiswa pada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada kompasiana, 5 /12/2025 bahwa saat ini, komunikasi tidak lagi hanya berlangsung melalui percakapan langsung atau tatap muka.
Generasi muda lebih sering mengandalkan layar ponsel smartphone untuk terhubung dengan keluarga, teman, maupun komunitas online.
Pergeseran dari interaksi kehidupan nyata ke kehidupan dunia maya "media sosial" di era digital saat ini apabila tidak diimbangi dengan literasi penggunaan media sosial yang baik akan berdampak buruk pada perkembangan pembentukan identitas remaja yakni munculnya ketergantungan berlebihan pada smartphone.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar