Defisit Atensi: Ancaman Nyata di Balik Layar Gadget Si Kecil

Bairia Kemhay

Tujuannya bukan menjadi orang tua yang anti-teknologi. Gadget tetaplah bagian masa depan anak yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak.

Orang tua dapat menerapkan digital parenting dari rumah dengan menjadi teladan dalam penggunaan gadget, menetapkan aturan yang konsisten mengenai waktu dan tempat penggunaan, serta mendampingi anak saat mengakses media digital.

Selain itu, orang tua perlu memperbanyak interaksi langsung melalui kegiatan seperti bermain, membaca, atau berdiskusi.

Ajak anak melakukan kegiatan seperti membaca, menggambar, bermain puzzle, berolahraga, atau bermain di luar rumah untuk mengurangi ketergantungan pada layar sekaligus melatih konsentrasi.

Yang tidak kalah penting, komunikasi yang terbuka untuk memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan anak agar mereka mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, gadget hanyalah benda mati, namun dampak ketidaksadaran orang tua adalah nyata. Memutus ketergantungan ini memang tidak mudah dan membutuhkan ketegasan dari orang tua.

Anak tidak membutuhkan gadget sebagai pengasuh kedua, melainkan orang tua yang hadir mendampingi mereka menggunakan gadget dengan bijak.

Dengan bimbingan aktif orang tua, gadget justru menjadi sarana belajar interaktif yang berdampak pada peningkatan kemampuan Kognitif dan sosial-emosional anak. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...