Ratu yang Bersujud

Melihat Lale berhijab, Charllote bertanya,“Tidakkah itu mengekang potensi kaum perempuan muslim untuk berekspresi?.
Charllotte menanyakan hal lainnya, seperti “Bagaimana Islam memandang hubungan antara laki-laki dan perempuan Lale?
atau pertanyaan kontroversi yang sering disalah artikan oleh orang banyak, “Aku pernah mendengar bahwa hukum waris Islam menggariskan bahwa bagian perempuan setengah dari bagian laki-laki.
Apakah itu benar? Mengapa wanita harus memakai jilbab? Bagaimana kedudukan wanita di dalam Islam? Dan masih banyak pertanyaan lain yang lumrah dipertanyakan oleh sebagian kaum non-muslim bahkan umat muslim sendiri.
Berbagai pertanyaan di atas muncul dalam diri Charllotte Melati Neumuller, tokoh utama dalam novel Ratu yang Bersujud, seorang aktivis feminis yang menentang kekuasaan kaum lelaki di negaranya, Jerman dan bahkan dunia.
Buku Ratu yang Bersujud menjawab semua pertanyaan tersebut secara rasional karena semua berdasar pada ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hadits.
Pergulatan di dalam diri Charllote, rasa bersalah, serta pengampunan di dalam jiwanya menjadi titik klimaks dari Novel Ratu yang Bersujud tidak hanya menyajikan kisah tentang persaudaraan, teman, keluarga, dan hal romantis.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar