Lirik Maluku Utara, Singapura Siapkan Investasi dan Pelatihan ASN 

IMG 20260521 WA0012
Sekprov Malut Samsuddin dan Sekretaris Pertama I Bidang Politik Kedutaan Besar Singapura, Mr. Vickland Malik.

Terima, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi Maluku Utara menerima kunjungan kehormatan Sekretaris Pertama (Sestama) I Bidang Politik Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, Mr. Vickland Malik, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Ex-Crysant, Ternate, pada Rabu (20/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang penjajakan peluang investasi sekaligus penguatan kerja sama strategis antara Singapura dan Maluku Utara di berbagai sektor.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Singapura terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Malut atas respons cepat dalam penanganan evakuasi pendaki asal Singapura di Gunung Dukono, Halmahera Utara, beberapa waktu lalu.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, menegaskan Pemprov kini mendorong pola investasi yang lebih konkret, di mana investor tidak hanya menanam modal, tetapi ikut membangun, mengelola, dan mempromosikan potensi daerah secara bersama.

Menurutnya, pola kerja sama tersebut akan memberikan kepastian ekonomi jangka panjang bagi Maluku Utara, terutama di sektor pariwisata, pertanian, hilirisasi nikel, hingga penguatan UMKM.

"Maluku Utara memiliki keunggulan geografis yang sangat strategis sebagai simpang laut dan udara kawasan Pasifik, termasuk potensi besar Kota Ternate,” ujar Samsuddin.

Ia juga menegaskan keamanan investasi di Maluku Utara sangat terjamin karena daerah ini dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di Indonesia.

"Situasi daerah aman, ramah, dan kondusif bagi para investor," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Mr. Vickland Malik menyatakan Singapura siap menjadi mitra strategis bagi kemajuan Maluku Utara, khususnya Ternate sebagai pusat administrasi dan ekonomi regional.

Sebagai langkah awal, Singapura menawarkan program peningkatan kapasitas ASN melalui Singapore Cooperation Programme (SCP). Program ini berupa pelatihan dan beasiswa bagi ASN untuk belajar langsung di Singapura terkait manajemen keuangan, regulasi investasi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

"Tahun lalu sekitar 800 ASN dari Indonesia mengikuti program ini dan tahun ini ditargetkan mencapai 1.000 peserta. Namun, kami melihat belum ada peserta dari Maluku Utara," kata Vickland.

Ia berharap ASN Maluku Utara dapat memanfaatkan program tersebut guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kemudahan investasi di daerah.

Vickland juga menegaskan dunia bisnis di Singapura bergerak independen dari pemerintah. Karena itu, pemerintah fokus menciptakan regulasi yang memberikan kepastian hukum dan rasa percaya bagi investor.

"Membangun kepercayaan (trust) seperti di Batam membutuhkan proses dan kerja keras, dan Singapura siap mendampingi Maluku Utara menuju kesejahteraan masa depan," ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga diungkap rencana kunjungan resmi Duta Besar Singapura untuk Indonesia ke Maluku Utara bersama delegasi bisnis papan atas.

Kunjungan tersebut akan difokuskan untuk membahas kerja sama konkret sekaligus bertemu langsung dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama memperkuat publikasi media dan promosi digital guna mengenalkan potensi pariwisata dan sumber daya alam Maluku Utara ke tingkat internasional.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Wali Kota Ternate, Asisten II Setdaprov, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kadis Sosial, Kadis Kelautan dan Perikanan, serta sejumlah pejabat Pemprov Malut lainnya. (nar)

Komentar

Loading...