Mengurai Akar Pembunuhan di Hutan Patani

Pendekatan teori di atas sebagai yuristik untuk melihat kompleksitas masalah sosial, ekonomi, dan pembunuhan di patani kabupaten Halmahera Tengah yang memerlukan pendekatan pengetahuan untuk menelaah.
Disinilah Teori Dekonstruksi membantu memahami penyebab struktural, konflik sosial dan pembunuhan di hutan patani.
Teori Dekonstruksi (Jacques Derrida)
Teori Dekonstruksi ini untuk menganalisis konflik dengan "membongkar" lapisan yang tidak tampak di permukaan untuk menemukan struktur kekuasaan yang terlibat.
Pemikiran Jacques Derrida menekankan bahwa makna dan realitas sosial tidak pernah tunggal selalu ada perspektif lain yang tersembunyi.
konflik sosial tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu terikat dengan konteks sejarah, ekonomi, dan budaya. Namun, dalam banyak tulisan atau wacana publik, konteks ini sering dihilangkan.
Konflik kemudian tampil sebagai peristiwa spontan yang terjadi akibat perbedaan semata. Padahal, di baliknya terdapat struktur yang lebih dalam, seperti warisan sejarah yang belum selesai
Secara sederhana, dekonstruksi: Tidak menerima konflik hanya dari satu versi cerita yang mengurai narasi dominan misalnya “siapa yang benar/salah” Merekonstruksi Peristiwa kelam 2000-1999 menjadi cikal bakal sejarah berdarah umat Islam Masyarakat Patani, Weda dan Mayoritas masyarakat Desa Fritu,Yeke.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar