Pola Beasiswa Maluku Utara Bangkit Diubah, Pemprov Jemput Data Langsung ke Sekolah

IMG 20260502 WA0018
Abubakar Abdullah. (Foto: malutpost.com)

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengubah pola seleksi program Beasiswa Maluku Utara Bangkit pada 2026.

Perubahan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran beasiswa lebih tepat sasaran dan menjangkau siswa yang benar-benar membutuhkan.

Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya proses penjaringan dilakukan melalui kampus. Pihak kampus mengusulkan nama calon penerima sesuai kriteria yang ditetapkan, kemudian diverifikasi berdasarkan status desil ekonomi.

"Sekarang pola itu telah diubah. Kita langsung jemput ke sekolah supaya sejak awal kita bisa menginformasikan kepada siswa yang ingin kuliah tetapi memiliki keterbatasan ekonomi bahwa ada program ini," kata Abubakar di Sofifi, Sabtu (2/5/2026).

Ia mengatakan, sejak April 2026 Dikbud telah mengirimkan tautan pendataan kepada seluruh sekolah di Maluku Utara, khususnya yang berada di bawah kewenangan Dikbud. Sekolah kemudian menginput data siswa calon penerima melalui sistem tersebut.

Data yang masuk akan diproses secara berjenjang. Mulai dari admin Dikbud, lalu diteruskan ke Dinas Sosial untuk memverifikasi status desil ekonomi. Setelah itu, data dikembalikan ke Dikbud dan dilanjutkan ke bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

"Di Kesra, data yang memenuhi kriteria desil akan dikonfirmasi ke kampus untuk memastikan memenuhi standar bantuan sosial atau hibah. Setelah itu diajukan ke Biro Hukum untuk penetapan penerima, lalu diproses SPM oleh BPKAD hingga pencairan," jelasnya.

Abubakar menegaskan bahwa sistem yang diterapkan saat ini berbasis digital (by system), sehingga meminimalisir potensi kecurangan dalam pengusulan beasiswa.

"Dengan sistem ini, sangat sulit jika ada yang ingin bermain-main dalam proses pengusulan," tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Dikbud Maluku Utara telah mengantongi data ratusan siswa yang lulus seleksi berbasis kompetensi, termasuk dari Universitas Khairun. Data tersebut kemudian diverifikasi kembali melalui Dinas Sosial untuk memastikan status desil ekonomi.

Program beasiswa ini diprioritaskan bagi siswa dari kelompok desil 1 hingga 5. Jika jumlah penerima melebihi kuota, maka akan dilakukan kurasi program studi (prodi) berdasarkan kebutuhan daerah.

"Program studi yang sesuai dengan kebutuhan daerah akan menjadi prioritas. Jika kuota lebih dari seribu, maka kita lakukan kurasi prodi," tambahnya mengakhiri. (nar)

Komentar

Loading...