Meniti Cahaya: Tidore Dibalik Bayang-bayang Kebijakan

Fauzul Fahrisan

Secara teori, hadirnya lampu jalan bertenaga surya menjadi solusi yang brilian, mengingat tidore memiliki iklim tropis yang mendapatkan paparan sinar matahari yang melimpah tiap harinya.

Harusnya, dengan energi gratis pemberian tuhan, tidore bisa terang tanpa memikirkan tagihan dari PLN hanya untuk lampu jalan semata.

Namun, pada kenyataannya banyak tiang PJU tenaga surya yang berdiri kokoh tapi tanpa cahaya. Entah baterainya hilang atau kualitas panel yang buruk yang membuat PJU tak lebih dari hiasan jalan.

Padahal, fasilitas penunjang sudah ada, tapi tidak ada tindakan berkelanjutan yang dilakukan oleh dinas perhubungan (Dishub). Harusnya, keselamatan menjadi prioritas, bukan hanya dibiarkan tanpa ada perbaikan.(indotimur 04/02/2026).

Dampak dari jalanan yang gelap, jauh melampaui masalah ekonomi. Minimnya pencahayaan tentu menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat yang harus ekstra hati-hati pada situasi gelap.

Pasalnya kegelapan adalah kawan bagi tindakan kejahatan, selain itu angka kecelakaan lalulintas di jalanan yang minim pencahayaan cenderung lebih tinggi.

Namun, pada kenyataannya kondisi ini masih banyak di temukan dibeberapa titik. Keluhan demi keluhan sudah banyak di lontarkan, tapi tidak ada pergerakan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...