DPD RI Tinjau GI Manokwari 60 MVA, Perkuat Sinergi Pengembangan Infrastruktur Kelistrikan Papua Barat

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa GI Manokwari beserta jaringan SUTT-nya telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO), sehingga siap beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat. Dalam perspektif jangka panjang, PLN terus mendorong pengembangan sistem kelistrikan melalui rencana yang tertuang dalam RUPTL 2021–2030, termasuk pembangunan Gardu Induk Prafi dan pengembangan jaringan transmisi hingga Ransiki.
“PLN juga memastikan seluruh proses pengembangan berjalan sesuai ketentuan melalui koordinasi intensif, termasuk pendampingan dari Kejaksaan Tinggi dalam aspek perizinan dan pembebasan lahan,” tambahnya.
Terkait penguatan ketahanan energi, PLN merencanakan penambahan kapasitas hingga 60 MW melalui pengembangan pembangkit berbasis gas yang memanfaatkan pasokan dari BP (British Petroleum) melalui koordinasi dengan subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Di sisi lain, PLN juga terus mendorong transisi energi melalui pengembangan pembangkit energi baru terbarukan, antara lain PLTMH Warnasivakapi di Tanah Rubuh serta pembangunan PLTS berbasis baterai.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara DPD RI sebagai representasi daerah dengan PLN sebagai penyedia infrastruktur ketenagalistrikan, guna mewujudkan sistem energi yang andal, merata, dan berkelanjutan hingga ke pelosok Papua Barat. (ikh)




Komentar