Dinkes Malut Akui Keterbatasan Pengelolaan Limbah Medis di RS Sofifi

Sofifi, malutpost.com -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku Utara menegaskan pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Sofifi harus memenuhi standar baku mutu lingkungan.
Penegasan ini menyusul sorotan publik terkait temuan sampah medis yang diduga dibuang tidak pada tempatnya beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Giscard Kroons, mengatakan hingga saat ini Maluku Utara belum memiliki fasilitas pengelolaan limbah medis hingga tahap akhir. Karena itu, rumah sakit masih mengandalkan jasa pihak ketiga untuk proses pengangkutan dan pemusnahan limbah medis.
"Untuk sementara kami memaksimalkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengangkutan limbah medis. Di Maluku Utara belum ada fasilitas pengelolaan hingga tahap akhir pembuangan," kata Giscard, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, limbah medis dari rumah sakit selanjutnya diangkut ke Surabaya untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jadi limbah medis diangkut dan dikirim ke Surabaya untuk pengelolaan hingga tahap akhir," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul temuan penumpukan sampah atau limbah medis di RSU Sofifi yang sempat menjadi perhatian masyarakat.
Meski demikian, Giscard menegaskan selama ini pengelolaan limbah medis di RSU Sofifi tetap berjalan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Dinkes Malut juga telah melakukan kajian dan evaluasi setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan pembuangan limbah medis.
"Hasil klarifikasi kami dengan direktur rumah sakit, memang ditemukan beberapa masker yang tercampur dengan sampah domestik. Namun, kantong yang digunakan untuk sampah domestik merupakan kantong bekas limbah medis, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat," jelasnya.
Saat ini, lanjut Giscard, limbah medis yang belum diangkut pihak ketiga masih ditampung sementara di rumah sakit sambil menunggu pengangkutan.
Ia menegaskan Dinkes Malut telah melakukan evaluasi serta memberikan teguran lisan kepada pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di RSU Sofifi.
"Kami sudah melakukan evaluasi bersama dan memberikan teguran kepada pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya. (nar)



Komentar