Seorang Wartawan di Ternate jadi Korban Salah Tangkap Satnarkoba, Kasat: Itu Kekeliruan Komunikasi

Ternate, malutpost.com -- Seorang wartawan media online TintaOne.com inisial FS alias Fikram menjadi korban salah tangkap oleh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Ternate.
Peristiwa itu terjadi di lingkungan Masjid Muttaqin, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, sekira pukul 01:14 WIT, Selasa (3/3/2026) dini hari.
FS menceritakan, ia bermaksud mengambil uang di mesin ATM yang berada di Muara Mall Ternate, tapi karena mesin ATM rusak, ia menuju ke mesin ATM di depan Toko Makmur Utama.
"Setelah mengambil uang di ATM itu langsung balik dan mengikuti gang di samping Muara Mall Ternate, karena jalan itu sampai di jalan utama dengan tujuan membeli rokok," katanya.
Namun kata FS, ketika keluar dari gang tepat di depan Muara Mall, sejumlah sepeda motor menyalip dan memberhentikannya. Dari situ, kata dia kurang lebih lima pria berpakaian preman langsung menyergapnya serta mengambil kunci motornya.
"Jadi saya langsung disergap dan ditanya dengan bahasa, kamu yang membawa barang (narkotika) kan?, tidak harus mengelak, mengaku saja. Tapi saya menjawab, kalau saya mau membeli rokok karena baru selesai menarik uang di mesin ATM," kata FS.
Tapi penjelasannya itu tidak dipercaya oleh lima oknum anggota Satresnarkoba tersebut. Bahkan dengan suara tegas mereka meminta FS untuk mengaku membawa barang.
"Saya kemudian merespons dengan menyampaikan bahwa saya tidak bawa apa-apa, saya hanya seorang wartawan, kemudian saya mengambil id card untuk memperlihatkan. Saat diperlihatkan id card barulah dipercaya oleh lima anggota Satreskoba Polres Ternate itu, " tuturnya.
"Disitu juga, lima anggota itu mengaku salah target. Alasan lima anggota itu bahwa pertama kali menarik uang di mesin ATM Muara Mall Ternate terdapat target juga berada di depan Muara Mall. Jadi saya keluar dari mesin ATM naik di kendaraan, target lima anggota juga mengikuti dari belakang saya. Entah gimana sehingga target tak ditangkap, malah saya yang ditangkap," tambahnya.
Menurut FS, lima anggota itu mengaku kendaraan yang ia bawa mirip dengan kendaraan yang dibawa oleh target mereka, yaitu Honda Scoopy berwarna putih.
"Makanya dari ATM itu saya dibuntuti hinggap disergap saat berkendara."
"Intimidasi secara fisik saat disergap tidak, tapi secara bahasa dengan pertanyaan sangat tertekan. Namun semuanya sudah diselesaikan dan lima anggota itupun meminta maaf karena salah target saat saya datangi Polres Ternate," tandasnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Ternate, AKP Suherman, saat dikonfirmasi mengaku kegiatan tersebut merupakan bagian dari operasi rutin harian yang dilaksanakan berdasarkan pemetaan dan informasi awal yang diterima petugas.
"Operasi ini memang rutin dengan target yang sudah ditentukan. Namun di lapangan terjadi salah paham antara anggota dan yang bersangkutan atau wartawan tersebut," jelas AKP Suherman.
Mantan Kapolsek Ternate Selatan ini menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan salah tangkap, melainkan kekeliruan komunikasi dalam kondisi operasi yang bergerak cepat.
"Setelah konfirmasi ulang dan klarifikasi langsung, semuanya sudah jelas. Tidak ada persoalan lanjutan, dan kami sudah saling memaafkan," pungkasnya.
Dengan hal tersebut, Polres Ternate menegaskan komitmen untuk terus melakukan evaluasi internal serta mengingatkan seluruh personel agar selalu mengedepankan komunikasi, profesionalisme, dan pendekatan persuasif dalam setiap pelaksanaan tugas, supaya operasi tetap aman dan hubungan baik dengan masyarakat tetap terjaga. (one)




Komentar