Sagea dan Upaya Kriminalisasi “Save Sagea”

Kini, kriminalisasi kepada rakyat seolah telah menjadi kerja-kerja politik bagi negara, kita akan selalu diperhadapkan dengan kepungan aparat TNI dan Kepolisian, kerusakan ekologi akan terus menjadi-jadi, sedangkan suara protes kita tidak akan pernah sampai ke telinga mereka.
Warga Sagea-Kiya yang hendak dikriminalisasi hari ini makin memperjelas di mana sebenarnya negara-pemerintah berkiblat, banyak proyek-proyek yang dihadiakan kepada rakyat, bukan untuk mendongkrak ekonimi rakyat, tapi justru menjadi bom waktu yang menyiksa kehidupan rakyat secara perlahan.
Kita terus kehilangan ruang hidup, hutan dan tanah kita disulap jadi pabrik, laut dan sungai kita dinodai oleh limbah beracun yang membunuh, kemudian kriminalisasi kepada mereka yang memberontak dipelihara sebagai upaya untuk tetap menjaga keberlangsungan operasi setiap perusahaan tambang.
Negara mesti tahu, perjuangan yang gemar didengungkan oleh petani, masyarakat adat, dan aktivis lingkungan di setiap hari itu adalah bentuk nyata dari upaya untuk mempertahan ruang hidup.
Kami hanya ingin mempertahan tanah, laut, sungai, hutan, dan semua ruang hidup ini untuk anak cucu nanti. Tambang-tambang itu hanya tahu merusak, menebar limbah ke laut dan sungai kami, meratakan semua pohon-pohon kami, dan yang kami peroleh dari semua aktivitas rakus ini adalah kemiskinan, kerusakan, dan bahkan penjara.
Keuntungan dari hasil alam kami hanya tiba di beberapa kantong-kantong para pejabat, kami jadi budak di atas tanah kami sendiri. Atas dasar inilah kami memprotes dan melawan, untuk itu jangan pernah jegal perlawanan kami dengan intimidasi dan kriminalisasi.
Sekian, selamat membaca.!! (*)




Komentar