Lemahnya Kontrol Pangan di Maluku Utara

Pasar Tradisional, Risiko Modern

Riski Ikra

Ironisnya, kerugian ini tidak pernah dihitung sebagai kerugian ekonomi masyarakat di daerah tersebut. Pasar masih terlihat berfungsi dalam transaksinya. Negara baru bereaksi jika rumah sakit penuh, bukan jika pasar mulai menjadi masalah kesehatan.

Masalah air dan es di pasar tradisional sering dianggap sepele. Air digunakan untuk mencuci bahan pangan, mencuci peralatan, minuman, dan pembuatan es batu. Tidak jarang air digunakan sebagai bahan pembuat minuman dan pembuatan es batu.

Tidak ada pengujian kualitas air yang biasa digunakan. Es batu seringkali berasal dari pembuatan rumahan yang tidak memiliki standar higienis. Kebijakan publik harus preventif.

Negara tidak boleh menunggu bencana untuk bertindak. Dalam konteks pangan, pencegahan jauh lebih murah dan manusiawi dibanding penanganan setelah terjadi keracunan atau penyakit massal.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pengawasan pangan ini bersifat reaktif. Jadi, ketika ada kasus, barulah ada inspeksi. Setelah itu, sistem kembali longgar. Lalu, siklus ini terus berulang tanpa pernah benar-benar diselesaikan.

Cara penggunaan minyak goreng yang sering kali terjadi juga menunjukkan logika bertahan hidup yang ada dalam sistem yang tidak adil ini.

Pedagang kecil harus menghadapi tekanan harga bahan baku dan daya beli konsumennya yang terbatas. Jadi, tanpa adanya pengawasan yang cukup, pedagang ini akan memilih opsi yang paling murah.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...