Lemahnya Kontrol Pangan di Maluku Utara

Pasar Tradisional, Risiko Modern

Riski Ikra

Logika mistis sakit jangka panjang dalam persepsi masyarakat awam proses sakit seperti itu katanya kita sudah di makan oleh setan, di buat dukun oleh orang lain, padahal semua bermulah dari pola konsumsi kita setiap hari yang sering kita anggap remeh.

Tetapi, Masalah terbesar bukanlah terletak pada pasar atau pedagang tersebut. Sebab, pasar tidak pernah berdiri sendiri dalam perspektif ekonomi modern.

Selalu ada di belakangnya, aturan, kualitas, pengawasan Ini diutarakan oleh pakar ekonomi Douglass C. North, (1920), yang menyatakan bahwa institusi menentukan arah aktivitas ekonomi dan kualitas itu sendiri. Jika, mengacu pada ide negara, dan memperluasnya pada institusi pengawasan, mereka lemah.

Maka, pasar tidak otomatis menjadi jahat, tetapi bergerak sesuai dengan logika yang paling sederhana hidup dan juga memenuhi permintaan secepat mungkin. Dalam kondisi seperti ini, Keamanan pangan bukan lagi prioritas melainka kemewahan.

Di kota ternate, pasar tradisional sebagian beroperasi di tengah keterbatasan fasilitas sanitasi, minimnya edukasi pangan, serta pengawasan yang bersifat seremonial, yang ada justru terdapat spanduk pejabat dan istrinya di papan iklan.

Negara hadir menarik retribusi, tetapi jarang hadir memastikan apakah pangan yang dijual benar-benar aman dikonsumsi atau tidak. Bila terjadi razia, ia hadir sesaat, lalu pergi.

Tidak ada sistem berkelanjutan, tidak ada standar berdasarkan risiko. Yang ada hanyalah rutinitas administratif yang memberi ilusi bahwa pengawasan telah dilakukan dengan dalil dokumentasi.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...