Abubakar Jadi Simbol Keseriusan Pemerintahan Sherly–Sarbin
Dari Sekolah, Maluku Utara Dibangun

Oleh: Ikram Halil
(Ketua Komunitas Soccer Malut)
Keputusan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menunjuk Abubakar Abdullah sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) definitif merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Di tengah masih tertinggalnya kualitas pendidikan Maluku Utara dibanding provinsi lain, penunjukan ini menjadi sinyal kuat bahwa Gubernur benar-benar serius menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Baca di: Koran Digital Malut Post Edisi Senin, 10 November 2025
Selama dua dekade lebih, dunia pendidikan Maluku Utara belum menunjukkan lompatan berarti dalam hal kualitas. Indeks pembangunan pendidikan, capaian mutu guru, hingga akses terhadap pendidikan masih tertinggal jauh dari rata-rata nasional.
Karena itu, keputusan menempatkan figur dengan kapasitas akademik dan pengalaman birokrasi yang mumpuni seperti Abubakar bukanlah keputusan politis, tetapi keputusan strategis.
Abubakar bukan sosok baru dalam dunia pendidikan. Ia memulai karier sebagai dosen dengan latar belakang keilmuan di bidang pendidikan dan tenaga kependidikan, dan kini menyandang gelar doktor di bidang ilmu pendidikan.
Pemahaman akademiknya yang kuat membuatnya mampu membaca akar persoalan pendidikan Malut secara lebih tajam - mulai dari rendahnya akses pendidikan, minimnya motivasi belajar, hingga lemahnya kompetensi pedagogik guru.
Selama sembilan bulan menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kadikbud, Abubakar telah menunjukkan kinerja yang nyata. Di bawah arah kebijakan Gubernur Sherly dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, ia berhasil menjaga stabilitas layanan pendidikan, bahkan di tengah keterbatasan fiskal dan kondisi geografis yang menantang.
Kebijakan pembebasan uang komite yang digagas Gubernur dan dieksekusi secara efektif oleh Abubakar menjadi salah satu langkah paling progresif dalam sejarah pendidikan Maluku Utara.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar