Menafsir Ulang Peran Kaum Muda dalam Perubahan Sosial
Mewarisi Api, Bukan Abu

Dititik inilah, urgensi untuk mewarisi api perjuangan menjadi semakin mendesak. Mewarisi api bukan berarti mengulang pola perlawanan lama, melainkan menyalakan semangat baru yang sesuai dengan konteks zaman.
Misalnya melalui gerakan lingkungan hidup atau penguatan solidaritas komunitas lokal. Dengan cara ini kaum muda tidak hanya memproduksi narasi lama, tetapi melahirkan jalan baru yang relevan.
Di Maluku Utara, peran kaum muda menghadapi tantangan yang khas. Gerakan mahasiswa yang dulu identik dengan kritik sosial kini sering kehilangan gaungnya.
Demonstrasi yang dilakukan tidak jarang berhenti pada simbol perlawanan tanpa strategi yang berlanjut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan: apakah api perjuangan kaum muda Maluku Utara masih menyal, atau justru meredup di tengah arus pragmatisme politik lokal?
Padahal, tantangan yang dihadapi Maluku Utara hari ini begitu besar mulai dari perampasan ruang hidup masyarakat adat akibat ekspansi industry tambang, pencemaran lingkungan, serta lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan.
Semua ini adalah persoalan nyata yang seharusnya menjadi lahan subur bagi lahirnya gerakan kaum muda yang progresif. Kaum muda Maluku Utara memiliki modal sosial dan historis yang kuat.
Tradisi kolektivitas dalam komunitas lokal, semangat solidaritas kampong, hingga warisan sejarah perlawanan masyarakat di tanah Halmahera seharusnya bisa menjadi sumber energi bagi lahirnya gerakan baru.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar