Banjir di Lingkar Tambang; Pemda dan DPRD Sibuk Urus Politik

DPRD semacam tidak lagi memiliki peran penting untuk mewakili aspirasi rakyat di hadapan pemerintah dan perusahaan.
Taring DPRD untuk membawa kepentingan rakyat seperti yang di lontarkan saat kampanye meminta suara, justru telah di nodai dengan matinya kepedulian untuk membela rakyat dan memberikan sangsi terhadap perusahaan. DPRD semacam tersandera dengan kepentingan kepentingan di luar krusial nya kepentingan rakyat.
Dimana lagi rakyat akan menggantungkan harapannya jika pemerintah dan DPRD telah tersandera dan menjadi biang kerok istana negara, kita percaya bahwa sebagian DPRD masi memiliki prihatin terhadap masalah yang terjadi, begitu dengan pemerintah, tapi karena untuk menjaga kepercayaan pemilik saham, maka lebih baik diam.
Di titik keresahan ini, Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat masi menjadi harapan yang besar untuk mengontrol segala persoalan yanh terjadi, selain perlawanan yang di gerakkan di jalanan.
Penah juga menjadi tekanan publik yang keras, semoga kekuasaan yang tersandera dan DPRD yang keasikan di kursi empuk, di buka mata batinnya.(*)
Opini ini sudah terbit di koran Malut Post edisi. Rabu, 7 Agustus 2024.


Komentar