Gerakan Pemuda dari Masa Budi Utomo hingga Kongres Sedunia di Amerika

Dr. Abd. Rahman, S.S., M.Si

Oleh: Dr. Abd. Rahman, S.S., M.Si.
(Dosen Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate)

Pergerakan pemuda yang pertama didirikan oleh Boedi Oetomo (BO) pada tanggal 20 Mei 1908. Sungguhpun perkumpulan ini segera akan menjadi perkumpulan kaum tua, pada waktu lahirnya sebagian besar dari promotornya adalah pemuda, murid beberapa sekolah menengah, di antaranya R. Soetomo dan R. Gunawan Mangunkusumo.

Cita-cita untuk melangsungkan pergerakan nasional untuk tanah Jawa itu muncul dari M. Wahidin Sudiro Husodo, seorang dokter yang tidak merasa puas akan keadaan bangsa dan tanah airnya.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Rabu, 28 Oktober 2026

Akan tetapi pada kongresnya yang pertama Boedi Oetomo di Yogya pada tanggal 5 Oktober 1908, kelihatan bahwa perkumpulan tersebut bukan perkumpulan pemuda melainkan perkumpulan kaum tua, oleh karena semangat kongres itu bukan semangat pemuda dan yang memegang pimpinan semua kaum tua. Sebagian besar dari anggota perkumpulan terdiri dari amtenaar-amtenaar dari golongan bangsawan.

Ada satu hal yang membuktikan, bahwa pada waktu itu rasa persatuan sudah mulai tumbuh. Oleh karena anggota Boedi Oetomo terdiri dari penduduk Jawa, Madura, dan Bali, maka permusyawaratan dalam semua kongres memakai bahasa Indonesia.

Lama kelamaan golongan pemuda merasa tidak puas terhadap Boedi Oetomo yang condong menjadi perkumpulan kaum tua. Makin disadari bahwa pemuda harus mempunyai perkumpulan sendiri, di mana pemuda dapat dididik secara pemuda untuk memenuhi kewajibannya di kelak kemudian hari.

Pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta dr. Satiman Wiryosandjoyo, Kadarman dan Sunardi dan beberapa pemuda lainnya bermufakat untuk mendirikan perkumpulan pemuda di mana yang diterima sebagai anggota hanya anak-anak sekolah menengah yang berasal dari pulau Jawa dan Madura.

Perkumpulan yang diberi nama Tri Koro Dharmo merupakan gerakan pemuda pertama yang sesungguhnya. Pada tahun itu juga dirikan cabang di Surabaya. Pada mulanya cabang di Jakarta mempunyai lebih kurang 50 anggota.

Majalah perkumpulannya juga dinama Tri Koro Dharmo yang diterbitkan buat pertama kalinya pada tanggal 10 Nopember 1915. Tujuan perkumpulannya adalah mencapai Jawa Raya dengan jalan memperkokoh rasa persatuan antara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Lombok.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...