Gerakan Pemuda dari Masa Budi Utomo hingga Kongres Sedunia di Amerika

Sejalan dengan munculnya Jong Java, berdiri pula perkumpulan-perkumpulan pemuda yang berdasarkan kedaerahannya seperti Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Celebes (Sulawesi), Timorees Verbond, dan lain-lainnya yang kesemuanya bercita-cita kearah kemajuan Indonesia, terutama memajukan budaya dan daerah masing-masing.
Jong Sumatranen Bond didirikan oleh murid-murid sekolah yang berasal dari Sumatra pada tanggal 9 Desember 1917 di Jakarta yang kemudian mempunyai cabang di Padang dan Bukit Tinggi.
Tujuannya adalah mempererat hubungan di antara murid-murid yang berasal dari Sumatera, mendidik pemuda Sumatera untuk menjadi pemimpin bangsa serta mempelajari dan mengembangkan budaya Sumatera. Di antara pemimpin-pemimpin perkumpulan ini terdapat Mohammad Hatta dan Mohammad Yamin.
Dapat dilihat bahwa beberapa perkumpulan mengandung dalam susunannya atau bentuknya benih-benih yang dapat ditujuakn kea rah persatuan bangsa Indonesia.
Oleh karena itu pemuda-pemuda Indonesia merasa perlunya persatuan pemuda-pemuda Indonesia yang dituangkan dalam satu wadah sehingga didapatkan satu derap langkah yang sama dalam mencapai apa yang dicita-citakan oleh pemuda Indonesia umumnya.
Kongres yang pertama untuk mencapai persatuan pemuda Indonesia ialah kongres Pemuda Indonesia I yang diadakan pada tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926 di Jakarta. Kongres tersebut dilantik oleh Jong Indonesian Kongres Komite, di bawah pimpinan Tabrani.
Komite ini dibentuk sehabis konferensi antara Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Pelajar-pelajar Minahasa, Sekar Rukun, dan lain-lain pada tanggal 15 Nopember 1925, yang terdiri dari Bahder Djohan, Sumarto, jan Toule, Soulehuwij, Paul Pinontoan, dan Tabrani.
Tujuan Kongers ialah menanam semangat kerja sama antara perkumpulan pemuda di Indonesia untuk menjadi dasar bagi persatuan Indonesia, dalam arti yang lebih luas.
Baca Halaman Selanjutnya..


Komentar