AI dan Masa Depan Kemanusiaan

Mario Panggabean

Oleh: Mario Panggabean
(Pemerhati sosial)

“Teknologi baru tidak selalu dapat memberi manfaat kepada semua orang” (Simon Johnson, Profesor MIT Sloan, Nobelist)

Akhir – akhir ini saya mencoba untuk mendalami peranan AI dan dalam membantu pekerjaan manusia. Beruntung, kesempatan tersebut saya dapatkan dalam bentuk pelatihan berseri untuk membekali pesera pelatihan dalam memanfaatkan AI atau akal imitasi yang kritis dan bertanggung jawab.

Dalam perjalanan pelatihan, saya mendapatkan berbagai sudut pandang baru. AI tentu saja mampu membantu pekerjaan namun, di sisi lain, pernyataan yang disampaikan beberapa peserta cukup mengejutkan; AI semakin memudarkan kemampuan dasar yang telah dibangun bertahun – tahun. Dalam hal ini, menulis dan menyusun kerangka berpikir.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 17 September 2026

Kondisi tersebut semakin menarik diri untuk melihat dampak AI bagi kemanusiaan. Salah satunya dari artikel ABC Australia yang berjudul “Australia need an AI ‘early warning system’, top cybersecurity chief warns” (15/9/2026) yang mempublikasikan bahwa “negeri jiran” yang berada di sudut selatan tersebut berdasarkan kajian lembaga intelejen sibernya membutuhkan sistem peringatan dini untuk melindungi masyarakat dari bahaya meningkatknya dampak perkembangan teknologi tersebut.

Di sisi lain, ribuan pekerja di perusahaan AI menyatakan pernyataan tertulis yang terlampir di artikel di atas juga mengingatkan semua pihak agar pengembangan AI dapat diperlambat.

Salah satu pernyataan tertulis tersebut dibuat oleh Shengjia Zhao, peneliti utama Meta AI, “Perkembangan AI yang sangat cepat mungkin belum siap dihadapi oleh masyarakat kita, kecerdasan dan kecepatan perkembangan tersebut akan memberi dampak risiko sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sehingga untuk memastikan masa depan yang positif kita membutuhkan pengembangan AI dengan teliti dan bertanggung jawab”.

Pernyataan Zhao sangat tepat jika terlefeksi dengan kenyataan akhir – akhir ini. Kita tentu saja masih mengingat adanya pernyataan seorang pembesar yang merendahkan salah satu profesi kerja dan berhasil memantik amarah publik hingga terjadinya dampak nyata yang terjadi.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...