Transisi Energi dan Luka yang Ditinggalkan di Halmahera

El Dinoh

Oleh: El dinoh
(Liga mahasiswa indonesia demokrasi (LMID))

Transisi energi adalah kegiatan peralihan penggunaan energi fosil menuju energi yang lebih bersih, agar menciptakan lingkunggan yang sehat dan tercapainya keadilan. hal ini adalah ucapan manis kekuasaan, di balik semua ini adalah jebakan anak konda yang berakhir pada rayat yang menjadi korban nya.

Kita bisa melihat secarah bersama bagai mana ambisi joko widodo yang inggin menjadikan indonesia sebagai sala satu pusat industri mobil listrik dunia telah memicu percepatan dan perluasan pembongkaran wilayah nikel di seluruh indonesia.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 14 Juli 2026

Nikel indonesia yang menjadi terbesar di dunia,mencapai 72 juta ton dari total cadangan dunia 139,4 juta ton atau 52 persen. semua ini di lakukan atas dasar inggin menciptakan kesejahteraan buat rayat tapi semua itu adalah ucapan bibir manis kekuasan yang menipu rayat denggan mengunakan dalil kesejahteraan.

Demi mewujudkan itu semua maka profinsi maluku utara menjadi target pembabatan hutan besar besaran, semua kehancuran ini hanya untuk memenuhi ambisi kekuasaan.halmahera tengah kini menjadi sebuah tempat yang di penuhi berbagai ketimpangan baik sosial, ekonomi, dan, politik nya.

Di balik semua kerusakan ini ternyata merupakan skema kekuasaan, kita bisa melihat sendiri ketika pembabatan hutan makin luas di sertai banjir yang menghancurkan ekonomi lokal masarakat,pemerintah seakaan acuh tak acuh melihat ini,lalu di mana letak keadilan sosial bagi seluruh rayat indonesia,semua ini hanya omong kosong dan fiksi kekuasaan.

Di balik transisi energi ini juga ternyta mampu memberikan konsekuensi yang sangat besar sala satunya gaguan kesehatan masarakat akibat paparan logam berat, seperti merkuri dan arsen.

Banyak warga lingkar tambang yang memiliki kadar logam berat dalam darah yang melibihi batas aman,dapat menyebabkan berbagai masala kesehatan.

Semua ini adalah bencana yang di ciptakan oleh negara sendiri, halmahera kini seperti neraka yang di ciptakan oleh negara segala sesuatu yang tumbuh dan berkembang di hutan halmahera di babat abis demi kesejahteraan palsu kekuasaan. dari rejim ke rejim yang lain semuanya selalu memberikan kabar buruk bagi masarakat.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...