Transisi Energi dan Luka yang Ditinggalkan di Halmahera

El Dinoh

Segala dalil dan sampai bersumpah membawa nama tuhan bahwa akan muwujudkan kesejahteraan, tuhanpun di perdagangkan dalam memenuhi ambisi dan kerakusan mereka.

Selain itu juga pola perubahan perekonomian juga megubah lanskap mata pencarian masarakat yang duluh nya petani dan nelayan kini menjadi buruh pabrik,nilai pergeseran ini mampu membunuh peradaban yang bertahun tahun telah ada,proses perubahan ini sama seperti di inggris ketika petani petani di desa meninggalkan lahan nya demi bekerja di industri dan pada ahir nya tana yang menjadi warisan itu punah dan hilang.

Sampai kapan kita akan terjerumus dalam genangan ketidakpastian ini, kita telah melihat dan merasakan bagaimana bobrok nya pemerintahan kita hari ini, pemerinta hari ini coba membunuh kita semua secara diam diam.

Semakin dalam kita terjerumus semakin rakus pula mereka menjarah dan merempas apa yang ada di halmahera, mungkin kedepanya haltim, halbar, halsel, dan daerah lainnya.

Melky Nahar, selaku kordinatro Nasional Jaringan advokasi tambang (jatam) mengkritik sikap pemerintah yang membantah riset ilmia terkait pencemaran lingkungan di teluk weda tanpa menyajikan bukti ilmia tandingan.

Alih-alih menyembut temuan ini denggan kehati-hatian dan langkah investigasi lanjut,pemprov justru buru-buru menyanggah seolah olah sedang panik dan membela majikan katanya.

Pemerintah halteng pun menepis pencemaran di perairan halmahera,kita semua tidak heran denggan posisi pemerintah yang tidak pro terhadap rayat hari ini.

Di karenakan mereka takut menggangu tidur nyeyak kekuasaan nasional.semua ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah hanya menjadi robot yang bisa di gunakan oleh pemerintah pusat.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...