Kejayaan Halmahera

Safruddin Jen

Oleh: Safruddin Jen
(Rimbawan dan Alumni Universitas Hasanuddin Makassar)

Sore itu, sambil menikmati sunset dan menunggu waktu magrib, mata saya memandang hilir mudik kapal dan tongkang yang melewati laut Halmahera. Pikiran saya, tiba tiba melayang jauh ke depan. Membayangkan kejayaan Halmahera.

Adalah Alfred Russel Wallace, seorang naturalis asal Inggeris pada abad ke-19 menjelajahi Halmahera. Di Halmahera, Wallace, melakukan pengamatan terhadap keanekaragaman hayati unik yang menjadi salah satu titik tolak penting bagi penemuan Teori Evolusi bersama sejawatnya, Charles Darwin.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 8 Juni 2026

Saat tinggal di Dodinga Kabupaten Halmahera Barat, pada tahun 1858, dalam kondisi Kesehatan yang menurun, karena demam, Wallace berhasil merumuskan pemikiran mengenai seleksi alam.

Pemikirannya kemudian dikirim melalui sebuah surat ke Charles Darwin, seorang naturalis, geologi, dan biolog asal Inggeris yang merevolusi ilmu pengetahuan melaui Teori Evolusi.

Kedua ahli ini memiliki pemikiran yang sama dalam teori evaluasi. Tetapi Darwin, pemikirannya dilahirkan dari perpustakaan, sedangkan Wallace pemikirannya dilahirkan dari hutan Halmahera.

Darwin, menggegas teori adaptasi yaitu organisme yang memiliki karateristik paling sesuai dengan lingkungan memaliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dan berkembang biak.

Buku Darwin yang terkenal adalah The Origin of Species (1859). Buku inilah yang membuat Darwin lebih terkenal dalam Teori Evolusi dibandingkan dengan Wallace.

Wallace melalui asisten pribadinya yang Bernama Ali (sering dianggil Ali Wallace) yang menemukan Burung Bidadari (Semioptera walacii) di Pulau Bacan pada tahun 1858.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...