Kejayaan Halmahera

Safruddin Jen

Habitat Burung Bidadari di Kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan hutan dataran rendah lainnya di Halmahera dan Bacan. Statusnya yang endemic dan langka, sehingga hewan ini termasuk yang dilindungi hukum.

Saat ini, dalam bidang ekonomi, Pulau Halmahera mampu menunjukan kemampuannya dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Dengan hilirisasi nikel, industri pengolahan nikel mampu memberikan sekitar 95% total ekspor Maluku Utara. Sementara pasokan nikel dunia, Maluku Utara mampu menyuplai sekitar 13% - 15%.

Selain nikel, Halmahera juga punya emas yang telah dieksploitasi maupun yang belum dieksploitasi. Kondisi ini juga memberikan dampak berantai ekonomi lainnya, seperti pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang tinggi.

Tetapi pikiran kita tidak bisa hanya sampai pada bidang ekonomi jangka pendek dan menengah. Pikiran kita harus jauh ke depan, jangka panjang.

Bagaimana kalua sumber daya alam yang tidak terbarukan itu habis? Nikel dan emas tidak bisa dipulihkan atau diperbaharui. Yang bisa dipulihkan adalah lahan bekas tambang. Itupun tidak gampang, memerlukan teknis yang tinggi dan profesionalisme.

Keberhasilan pembangunan eknomi saat ini adalah modal untuk pembangunan jangka panjang dan itu memerlukan investasi saat ini. Kuncinya adalah pada pembangunan manusia.

Ada 3 komponen pembangunan manusia yaitu kesehatan, pendidikan dan standar hidup atau pengeluaran per kapita.

Sampai di sini, pikiran saya berhenti berpikir jauh ke depan, tetapi mata saya tetap memandang hilir mudik kapal dan tongkang yang setiap saat melewati laut Halmahera dan membayangkan kejayaan Halmahera ke depan, seperti saat Wallace menjelajahi Halmahera 168 tahun lalu untuk menemukan teori evaluasi bersama Darwin. (*)

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...