Peringatan Hari Kartini di Taliabu: Bupati Jadi Irup, Kadinkes Pemimpin Upacara

IMG 20260421 WA0053
Upacara peringatan Hari Kartini di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Selasa (21/04/2026).

Bobong,malutpost.com - Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara menggelar upacara peringatan Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Upacara berlangsung khidmat di Gedung Hemungsia Sia Dudu, Kota Bobong, Selasa (21/04/2026).

Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup), Bupati Sashabila Widya L Mus. Kemudian Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Nurbintang Talaohu bertindak sebagai pemimpin upacara.

Ikut hadir dalam upacara Hari Kartini ke ke-147 ini, Wakil Bupati Pulau Taliabu La Ode Yasir, Ketua DPRD Muh. Nuh Kasi dan seluruh SKPD.

Acara istimewa bagi perempuan ini bertajuk "Kartini Masa Kini, Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati Sashabila menyampaikan, upacara ini merupakan sebuah refleksi mendalam mengenai realitas sosial yang dihadapi generasi muda di daerah. Di hari istimewa ini, berdasarkan teori, setiap anak memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk sukses.

"Tapi saya menyadari tantangan geografis dan aksesibilitas di Taliabu membuat setiap anak tidak memulai perjuangannya dari garis start yang sama," kata Sashabila.

Menurutnya, perbedaan titik awal inilah yang menyebabkan kemampuan hingga kesadaran untuk tumbuh di tengah masyarakat menjadi tidak setara. Kondisi ketimpangan tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab dengan semangat emansipasi.

Sasha menekankan, filosofi perjuangan Kartini mengenai kegelapan dan cahaya harus diwujudkan melalui aksi nyata di tingkat daerah, sebagaimana slogan abadi Kartini yakni habis gelap terbitlah terang.

Maka pada momentum menyambut Hari Ulang Tahun ke-13 ini, Kabupaten Pulau Taliabu mengangkat slogan "Menuju Terang Merata, Taliabu Maju Setara" sebagai bentuk visi pembangunan yang inklusif.

"Sebagai sosok pemimpin perempuan pertama di Pulau Taliabu, saya mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga api perjuangan Kartini tidak hanya berada di pundak seorang kepala daerah," tegas Sasha.

Ia menekankan, apa yang menjadi warisan kekayaan ilmu serta prinsip-prinsip yang telah ditinggalkan oleh Kartini merupakan tanggung jawab kolektif.

"Bukan hanya saya, melainkan ibu-ibu dan anak-anak perempuan di seluruh Taliabu yang harus melanjutkan warisan ilmu dan prinsip tersebut," pesannya.

Sasha mengajak seluruh perempuan untuk terus berdaya dan meningkatkan kapasitas diri. Ia beharap perempuan Taliabu mampu menjadi motor penggerak menuju Indonesia emas 2045 dengan mengedepankan kualitas pendidikan dan kemandirian ekonomi.

"Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan agar bisa berkontribusi aktif dalam memajukan daerah," pungkasnya. (cr-04)

Komentar

Loading...