Ramadan: Saatnya Mengurangi Sampah dari Sumber

Oleh: M. Syafei Baay
(Penulis adalah ASN Pemerintah Kota Ternate, Pemerhati Perkotaan dan Lingkungan)
Ramadan selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna. Masjid ramai, silaturahmi menguat, lebih religius dan semangat berbagi terasa di mana-mana.
Namun ada satu hal yang sering luput dari perhatian: volume sampah cenderung meningkat selama bulan suci. Sisa makanan, kantong plastik, gelas sekali pakai, dan kemasan belanja menjadi bagian dari aktivitas harian yang tanpa sadar terus bertambah.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Senin, 23 Februari 2026
Di Kota Ternate, aktivitas berburu takjil, event Ramadhan termasuk buka puasa bersama, serta belanja kebutuhan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ikut mendorong kenaikan timbulan sampah.
Padahal, Ramadhan adalah bulan pengendalian diri. Menahan lapar dan dahaga semestinya juga diiringi dengan menahan diri dari sikap berlebihan, termasuk dalam pola konsumsi.
Seruan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu tentang aksi bersih-bersih /corvee rutin di seluruh daerah menjadi pengingat penting bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.
Semangat gotong royong melalui kerja bakti tentu patut diapresiasi. Lingkungan yang bersih memberi rasa nyaman dan sehat serta bangga bagi masyarakat.
Namun kita juga perlu memaknainya secara lebih mendalam. Masalah sampah tidak akan pernah benar-benar selesai jika hanya mengandalkan pola kumpul–angkut–buang, atau sekadar memperbanyak kegiatan bersih-bersih.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar