“Refleksi Hari Tani Nasional”

Negara dan Kriminalisasi Petani

Muhammad Hatta Abdan

Cukup sudah petani di berbagai wilayah tersiksa oleh berbagai ambisi proyek negara yang merusak, ketimpangan penguasaan lahan harus benar-benar dihilangkan. Petani punya hak untuk mengelolah tanah dan ruang hidupnya sendiri.

Hari Tani Nasional bukan sekadar momentum, tapi juga peringatan bagi kekuasaan, bahwa tanah merupakan urat nadi petani, dan negara tidak boleh mengambil itu secara paksa.

UU Pengaturan Reforma Agraria memang telah disahkan, tapi tidak menutup kemungkinan petani akan terus dijerat oleh kriminaliasi. Bagi penulis tidak ada reforma sejati di bawah rezim militeristik dan di tengah cengkeraman sistem kapitalisme.

Reforma agraria yang sejati adalah ketika kapitalisme tumbang, sebab rakyat tak butuh reforma yang hanya berhenti di atas kertas.

Sekali lagi, negara tak boleh jadi penjara, petani harus benar-benar merdeka di atas tanahnya sendiri. Wujudkan reforma agraria sejati, hentikan kriminalisasi dan perampasan ruang hidup petani. Tanah untuk rakyat.!(*)

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...