Dorong Penggabungan Dinas Kebudayaan Malut

Rustam Abdul Gani

Pada masa Gubernur Coen inilah pusat pemerintahan VOC dipindahkan dari Ternate ke Batavia/Jakarta hingga kemerdekaan Indonesia.

Nusantara dengan beragam jejak sejarah tak hentinya terdengar hingga saat ini. Indonesia pun lahir dari patriotisme berbagai kerajaan/kesultanan maupun pejuang yang mencapai puncaknya pada 1945. Delapan puluh tahun sudah negeri yang kita cintai ini menikmati kemerdekaan.

Sepertiga Indonesia—bahkan dapat dikatakan hampir pada setiap catatan sejarah Asia Tenggara—terdapat nama Moloku Kie Raha (Bacan, Makian, Moti, Tidore, dan Ternate).

Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita sebagai generasi penerus, sekaligus tantangan bagi kita semua terkait sejauh mana rekam jejak sejarah tersebut dapat kita pertahankan hingga ke generasi berikutnya.

Dari rekam jejak sejarah tersebut, banyak kita temui berbagai bentuk dokumen sejarah, bangunan, makanan, bahkan seni dan budaya yang sampai saat ini belum terover oleh kebijakan pemerintah daerah.

Banyak hal yang mempengaruhi kebijakan pemerintah, salah satunya karena instrumen pemerintah masih lemah dalam hal tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang tumpang tindih, serta kurangnya SDM pada beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, seperti minimnya latar belakang pendidikan tertentu yang memiliki keilmuan berkaitan dengan naskah/kertas pada dokumen sejarah, bangunan, dan lain sebagainya.

Sebentar lagi Provinsi Maluku Utara memasuki usia yang ke-26 tahun pada 12 Oktober 2026 mendatang. Perjuangan dalam melahirkan provinsi ini bukanlah hal yang mudah dan telah menjadi arsip sejarah bagi penerusnya.

Di usianya yang ke-26 tahun ini dengan segala dinamika yang penuh perdebatan, fondasi awalnya harus menjadi perhatian serius bagi kita semua, terutama pemerintah daerah baik kabupaten/kota maupun provinsi.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...