Investasi Bodong: Membongkar Mekanisme Skema Ponzi

Hartaty Hadady

Karena itu, ketika seseorang ditawarkan keuntungan tinggi tetapi hampir tidak ada risiko, justru disitulah kewaspadaan perlu ditingkatkan. Investasi pada dasarnya bukan mesin pencetak uang tanpa risiko.

Ada ketidakpastian.
Ada kemungkinan harga turun.
Ada kemungkinan usaha tidak mencapai target.
Ada kemungkinan proyek mengalami keterlambatan.
Ada risiko pasar, risiko likuiditas, risiko bisnis, dan berbagai risiko lainnya.

Maka, tawaran yang menggambarkan investasi seolah-olah keuntungan pasti, tinggi, cepat, dan tanpa risiko seharusnya mendorong calon investor untuk melakukan pemeriksaan lebih jauh.

Bukan berarti keuntungan tinggi pasti merupakan investasi bodong. Tetapi ketidakseimbangan antara keuntungan yang dijanjikan dan risiko yang dijelaskan merupakan sinyal yang patut diperiksa.

Literasi Investasi Bukan Sekadar Bisa Menghitung Return

Selama ini literasi investasi terkadang dipahami sebatas kemampuan mengenal saham, reksa dana, obligasi, atau instrumen investasi lainnya. Padahal literasi investasi jauh lebih luas. Literasi investasi berarti mampu memahami hubungan antara return, risiko, sumber keuntungan, penggunaan dana, likuiditas, legalitas, dan informasi.

Calon investor seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan:
“Berapa return yang saya dapat?”
Tetapi juga bertanya:
“Dari mana return tersebut berasal?”

Kemudian:
“Bagaimana dana saya digunakan?”
“Apa kegiatan ekonomi yang menghasilkan pendapatan?”
“Apa risiko kerugiannya?”
“Bagaimana mekanisme pencairannya?”
“Siapa yang mengawasi?”
“Apakah informasi tersebut dapat diverifikasi?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin terasa lebih rumit daripada sekadar melihat angka keuntungan. Namun justru pertanyaan itulah yang dapat membedakan antara keputusan investasi dan keputusan menyerahkan uang karena percaya pada janji keuntungan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...