Investasi Bodong: Membongkar Mekanisme Skema Ponzi

Hartaty Hadady

Demikian pula pada investasi dalam suatu proyek usaha. Ada modal yang digunakan untuk membangun atau menjalankan kegiatan usaha, menghasilkan produk atau jasa, memperoleh pendapatan, menanggung biaya, dan pada akhirnya menghasilkan arus kas. Artinya, ada aktivitas ekonomi yang mendasari keuntungan.

Dalam skema Ponzi, persoalannya berbeda. Keberlangsungan pembayaran justru sangat bergantung pada masuknya dana baru. Pola sederhananya seperti berikut ini:

Investor baru masuk ? dana baru terkumpul ? peserta sebelumnya dibayar ? kepercayaan meningkat ? peserta baru bertambah ? dana baru semakin besar ? pembayaran semakin besar

Pada awalnya, semuanya dapat terlihat berjalan baik. Namun, masalah muncul ketika pertumbuhan peserta baru mulai melambat. Kewajiban membayar peserta lama tetap ada, sementara uang baru yang masuk semakin sedikit. Pada akhirnya, kemampuan membayar akan terganggu.

Peserta mulai mengalami keterlambatan pencairan. Kemudian muncul berbagai alasan. Penarikan dana dibatasi. Persyaratan berubah. Peserta diminta menambah deposit. Bonus ditunda. Dan ketika aliran dana baru tidak lagi cukup untuk menutup kewajiban pembayaran, sistem dapat mengalami keruntuhan.

Tetapi Saya Sudah Pernah Menerima Keuntungan

Ini adalah salah satu kalimat yang paling penting untuk dipahami dalam edukasi investasi. Seseorang dapat mengatakan: “Saya sudah ikut dan memang sudah menerima uang.” Pernyataan tersebut mungkin benar. Namun, menerima pembayaran bukan otomatis membuktikan bahwa investasi tersebut sehat.

Dalam sebuah skema Ponzi, justru pembayaran awal dapat digunakan untuk membangun keyakinan peserta bahwa sistem tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.

Karena itu, calon investor tidak cukup hanya melihat bukti transfer. Bukti transfer hanya menunjukkan bahwa uang berpindah dari satu pihak kepada pihak lain. Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...